Visit My Home

Wisdom To Be Done

Sabtu, Mei 17, 2008

Kamu adalah Pejuang Sejati

Kadang, seseorang atau sebuah bangsa akan mengalami masa-masa keterpurukan atau kejatuhan. Bangsa Jerman pun sempat mengalami masa ini. Namun, pertanyaannya, apa yang kita lakukan untuk bangkit? Bangsa Jerman bisa bangkit karena slogannya "Let's do something, or we die!" Dengan semangat seperti itu, akhirnya Jerman berhasil bangkit dari keterpurukan akibat Perang Dunia II. Begitu juga dengan Jepang, dll.


Ams 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Ams 18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
Iblis akan menghancurkan kita dengan cara membuat kita malas untuk bangkit atau berperang. Sering kali kita diperdaya dengan keadaan yang santai atau bahkan kita dibuat putus asa untuk bangkit, sehingga kita tidak lagi berperang, padahal dimanapun kita selalu berperang.
Bagaimana dengan bangsa ini? Rakyatnya terkesan sudah malas untuk berperang buat bangsa ini. Kebanyakan memperjuangkan hak mereka bahkan dengan mengatasnamakan "demi bangsa".
Maz 127:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
Kita adalah anak panah di tangan pahlawan. Berarti seharusnya, posisi kita berada di medan peperangan. Hal yang paling menakutkan adalah pada saat kita lupa dimana kita berada. Ini adalah penyakit kekristenan yang paling akut. Dosa yang kita lakukan akan membuat kita tidak berjuang.
Jadi dimana kita berada sekarang? Kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri. Kita harus terus memeriksa, apakah saat ini kita sudah malas berjuang? Semangat juang haruslah menjadi gaya hidup kita.
1 Tim 1:18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.

1 Tim 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

2 Tim 2:3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Ada 3 hal yang dapat kita lakukan:
  1. Selalu fokus dengan kerajaan Allah. Ibrani mengatakan, segala sesuatunya akan digoncangkan, hanya kerajaan Allah saja yang tidak tergoncangkan. Akan ada krisis keuangan, pangan, kemiskinan. Mat 6:34 adalah cara supaya kita tidak kuatir, karena kekuatiran seperti itu adalah hal yang tidak penting.
  2. Jangan takut dengan masalah kekayaan. Kelola keuangan dan tempatkan di tempat yang benar.
  3. Milikilah kehidupan yang berkualitas, dalam kesucian moral ("sucilah kamu karena Bapamu suci"), kasih (memberi apa yang kita miliki!!!), bahkan kasih sampai kepada menyerahkan nyawa (Yoh 17) caranya adalah, berikan harta kita, pekerjaan tangan kita.
Dengan ini, maka perkataan Tuhan Yesus bahwa kita akan melebihi apa yang dikerjakan Tuhan sendiri adalah benar. Ada 3 aspek dari kualitas:
  1. Selesaikan pekerjaan kita. Sebelum maik ke surga, Tuhan Yesus berkata, "pekerjaanku sudah selesai"
  2. Berikan nilai plus. "Berjalanlah 2 mil jika temanmu mengajak berjalan 1 mil"
  3. Melipatgandakan. Ingat perumpamaan tentang talenta?
Saat seseorang bisa melihat nilai plus dalam diri kita, maka kita telah bertumbuh dalam kualitas. Kita harus siap dengan segala tantangan yang ada!!!

0 komentar:

Quotation of the Day

Your Comments

Jangan lupa tinggalkan komentar anda. Komentar anda sangat membantu saya dalam mengetahui segala kekurangan saya. Komentar anda juga akan membuat anda terhubung pada jaringan saya di bawah ini. Terima kasih!!!